Rabu, 17 Desember 2008

Tradisi dan Budaya sebagai Sumber Akhlak dan Budi Pekerti

Tradisi dan budaya merupakan beberapa hal yang menjadi sumber dari akhlak dan budi pekerti. Tradisi merupakan suatu gambaran sikap dan perilaku manusia yang telah berproses dalam waktu lama dan dilakukan secara turun-temurun dimulai dari nenek moyang. Tradisi yang telah membudaya akan menjadi sumber dalam berakhlak dan berbudi pekerti seseorang. Manusia dalam berbuat akan melihat realitas yang ada di lingkungan sekitarnya sebagai upaya dari sebuah adaptasi walaupun sebenarnya orang tersebut telah mempunyai motivasi berperilaku yang sesuai dengan tradisi yang ada pada dirinya. Di samping itu, manusia dalam berperilaku selalu mengidentifikasikan dirinya dengan orang lain. Dalam proses ini, keluarga dan lingkungan tempat tinggal merupakan hal yang terdekat. Oleh karena itu, gambaran kehidupan yang berlangsung lama secara turun-temurun dari nenek moyangnya yang telah menjadi tradisi diidentifikasikan sebagai perilaku dirinya. Dalam jangkauan waktu tertentu, perilaku diri sendiri ini akan menjadi perilaku kelompok atau masyarakat. Budaya, sebagai salah satu sumber akhlak dan budi pekerti, memiliki definisi dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit, budaya mencakup kesenian dengan semua cabang-cabangnya sedangkan dalam arti luas, budaya mencakup semua aspek kehidupan manusia. Menurut Sutan Takdir Alisjahbana, budaya dalam arti sempit adalah adat istiadat, kepercayaan, seni, sedangkan budaya dalam arti luas mencakup segala perbuatan manusia, hasil budi manusia, kehidupan manusia sehari-hari (Maurits Simatupang, 2002:139-140). Secara formal, budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai sikap, makna, hierarki agama, waktu, peranan, hubungan ruang, konsep alam semesta, obyek-obyek materi dan milik yang diperoleh sekelompok besar orang dari generasi ke generasi melalui usaha individu dan kelompok. Dari pengertian budaya tersebut, fungsi budaya sebagai sumber akhlak dan budi pekerti dapat dilihat dari model-model perilaku dan komunikasi manusia dalam masyarakat pada tempat dan kurun waktu tertentu.

Berdasarkan informasi pelengkapyang diperoleh, kata tradisi berasal dari bahasa Latin traditio yang berarti diteruskan. Dalam pengertian yang paling sederhana, tradisi diartikan sebagai sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Dalam pengertian tradisi ini, hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan oleh karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah. Selain itu, tradisi juga dapat diartikan sebagai kebiasaan bersama dalam masyarakat manusia, yang secara otomatis akan mempengaruhi aksi dan reaksi dalam kehidupan sehari-hari para anggota masyarakat itu (Rendra, 2002). Di sisi lain, budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal). Budaya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin colere, yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (Poespowardojo, 1993). Budaya memiliki berbagai macam definisi, diantaranya definisi menurut EB Taylor dan Ki Hajar Dewantara. EB Taylor menyebutkan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat, serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dalam definisi lain, Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa budaya sebagai buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

Dari berbagai penjelasan di atas, saya menyimpulkan bahwa tradisi merupakan suatu hal yang telah menjadi kebiasaan seseorang. Tradisi ini telah melewati proses yang cukup lama yaitu dari nenek moyang sampai sekarang, sehingga tradisi pun dapat mengalami beberapa perubahan dalam melalui proses tersebut. Di sisi lain, budaya merupakan hal-hal yang berkaitan dengan aspek kehidupan manusia serta hasil dari kegiatan (akal budi) manusia. Menurut pendapat saya, kedua hal di atas, tradisi dan budaya, memiliki suatu keterikatan (hubungan) satu sama lain. Budaya merupakan hasil dari kegiatan manusia. Apabila dilakukan secara terus-menerus, kegiatan ini menghasilkan sebuah adat kebiasaan. Kemudian, adat kebiasaan ini akan menjadi sebuah tradisi dari generasi ke generasi apabila telah melalui proses yang cukup lama. Tradisi dan budaya memiliki peranan penting sebagai sumber dari akhlak dan budi pekerti. Tradisi, yang merupakan sebuah kebiasaan, memberikan sebuah pengaruh yang cukup kuat bagi perilaku kita sehari-hari karena tradisi memiliki lingkup yang sempit dan biasanya berasal dari lingkungan sekitar. Selain itu, budaya juga memberikan pengaruh yang cukup kuat bagi akhlak dan budi pekerti seseorang. Pengaruh ini timbul dari aktivitas seseorang sehari-hari. Oleh karena itu, tradisi dan budaya dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif bagi akhlak dan budi pekerti manusia.

4 komentar:

Andika Amri mengatakan...

mohon ijin untuk menjadikan blog anda sebagai bahan tugas mandiri.

terima kasih

dinda mengatakan...

selamat sianpak... boleh tahu untuk pengertian tradisi yang didasari oleh buku karangan Rendra,2002 ...judul buku nya apa pak ?...terimakasih atas perhatiannya...

salam Dinda
bisa via email di dinda1984@gmail.com

ervan adi's blog mengatakan...

boleh tahu, judul buku referensinya?
jawabnya kirim email aja di ervan_adi_kusuma@yahoo.co.id

IDa Alfikri Ceng mengatakan...

salam..
boleh tau tentang tradisi fererensi ny dari mana ya?
trimakasih